The Hairy Clan: Habib & Habibah Umrah Trip : Raudhah

Thursday, March 5, 2015

Habib & Habibah Umrah Trip : Raudhah

Wooww apakah kiamat sudah dekat? Kenapa blog ini hidup kembali?

Sebenernya gak ada niat lho nulis di sini lagi. Berhubung hiatus udah kelamaan, tadinya mau akik gantung ajun ini blog selama-lamanya.

Untiiilll... we went on an umrah trip last Jan. Terus rasanya kok sayang kalo pengalaman tersebut gak di share ke ukhti-ukhti sekalian. Soalnya pas mau berangkat nyari cerita pengalaman umroh di gugel gak banyak ya ternyata. Ketik umroh dikit yang keluar langsung website-website travel.

Dan karena trip kemarin super membekas, maka kuputuskanlah untuk share di sini.

Sekilas info:
Lama perjalanan: 9D
Peserta: yours trully, Eki, dan mama mertua. (dan cencu rombongan hrup lainnya)

Day 1.
Jkt - Abu Dhabi - Madinah

Umumnya paket umrah itu ada 2 pilihan. Mendarat di Jeddah dan lanjut pake bis ke Madinah. Atau langsung mendarat di Madinah. Ini untuk yang program umrohnya ke Madinah dulu baru ke Mekkah ya.

Buat yang mendarat di Jeddah biasanya pilihan airlines adalah Garuda (tanpa transit) atau SQ (transit Changi). Sedangkan untuk opsi yang mendarat di madinah pilihan airlines antara Emirates (transit Dubai), Etihad (transit Abu Dhabi), atau Qatar (transit Doha). Penjelasan agak ribet kayak rumus kehidupan ya?

So we chose the second option. Soalnya mendingan akik transit (and am a fan of transit between long haul flights btw) daripada abis duduk berjam-jam di pesawat mesti tambah ngebis 6 jam lagi. Dan lagi yaa.. biaya paket yg pake pesawat arab2an sama paket yang pake Garuda lebih murah yg pake pesawat arab lho. Manyan kaannn. Udah praktis, lebih mure pulak. Laavv!

20150313-290293423
Bersama tim pengantar di Soetta. Ibu, Bapak, and the tantes :)
DSCF4004 edit
DSCF4005 edit
The peeps!
Btw penerbangan kami dari Jakarta di delay sampe nyaris 2 jam.
Bokong langsung bak kerupuk akibat duduk terus.
IMG_1244
Gorgeous mozaic at Abu Dhabi Airport
Kami mendarat di Madinah sekitar jam 3 pagi. Keluar pesawat, langsung antri imigrasi.

Mungkin banyak yang sudah denger kalo petugas imigrasi di Saudi itu hmmm.. yunik! Kita bisa antri berjam-jam tanpa tau kenapa kita gak diproses2. Padahal petugas duduk di bangkunya dan cekakak cekikik sama temennya. Khaann maaeennn!!

Pembimbing kami juga udah nyampein ini sebelumnya dan bilang "pokoknya kalo ketemu yang begini, jangan kaget!" Jadi begitu turun pesawat, akik doa terus dalam hati "lancarkanlaahh... jangan sampe kami ketahan pliiaayyss." Soalnya after hours of plane ride, the last think you want is to have your patience... challenged!

Tapi, alhamdulillah doa dijabah,  dan proses imigrasi lancar tanpa hambatan. Entah apa petugas imigrasi airport Madinah lebih sa'ik2, or we just plain lucky. Keluar imigrasi, ambil-ambil koper dan masuk bis. Setelah bis mengantarkan ke hotel, masuk kamar masing-masing, bersih-bersih, dan berangkatlah kami shalat subuh ke masjid Nabawi.

The mosque is probably one of the most beautiful thing I've ever seen. Cantiiiiikkk sekali. Dan tiap masuk ke sini otomatis hati tenang sekaligus terharu. Gak tau kenapa ya, mungkin karena lagi bertetangga dengan Rasulullah SAW. Pagi itu, saya dan mama mertua pilih shalat di luar. Right under the fajr sky and the pretty umbrellas.

DSCF4303 edit
DSCF4304 edit

Selesai shalat subuh, kami kembali ke hotel untuk sarapan. Lalu saya dan Eki jalan-jalan di sekitar masjid Nabawi sambil menunggu waktu dzuhur.

Berhubung hari ini gak ada jadwal city tour (kecuali ke raudhah nanti malam), jadi kegiatan kami seharian cuma bolak balik masjid - hotel - toko-toko sekitar masjid. Gitu terus sampe apal peta buta sekeliling Nabawi.

IMG_1207
DSCF4025 edit
IMG_1204
DSCF4032 edit
IMG_1202
DSCF4258 edit
DSCF4038 edit
DSCF4058 edit
IMG_1203
IMG_1264
IMG_1312 DSCF4094 editDSCF4067 editIMG_1261IMG_1314

Oiya ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang masjid Nabawi:

1. Kalau mau shalat di dalam masjid, datanglah minimal 30 menit sebelum waktu shalat. Bisa sih dateng mepet-mepet. Tapi biasanya dapet tempat sisa-sisa di area orang mondar mandir. Gak enaklah pokoknya.

2. Askar (penjaga) perempuan masjid Nabawi cukup ketat dalam pemeriksaan. Tiap masuk, tas dan barang bawaan kita diperiksa. Gosip punya gosip, kalo keliatan bawa henfon either henfonnya diambil atau kita gak boleh masuk ke masjid. Jadi tiap mau masuk Nabawi henfon selalu akik lilit-lilit di dalem sejadah. Aman!

3. Kata beberapa orang, dilarang juga bermekap menor kalo mau masuk Nabawi. Biasanya askar suka bilang "Haram!" dan suruh kita hapus make up sebelum masuk. Tapi saya yang selalu make up-an sih gak pernah ditegor. Tapi ya make up au naturale aja ya.. supaya gak keliatan bau aja. Gincu merah jambon sama merah vampir baiknya simpen dulu ajun.

DSCF4048 edit
IMG_1298
IMG_1309
IMG_1205
IMG_1200
Left: the beautiful pillars.
Right: Kubah yang bisa kebuka dan ketutup. Cangcing!
IMG_1294
IMG_1201
IMG_1278

Raudhah

As narrated by Al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW said,
The area between my house and my mimbar is one of the gardens of paradise.”

Selesai shalat Isya dan makan malam, saya dan rombongan tour yang sistah-sistah lainnya dipandu sama tour guide wanita berangkat ke Raudhah.

Masuk raudhah ini adalah momen-momen yang akik paling tegang. Soalnya kalo denger cerita dari yang pernah umroh, buat perempuan masuk raudhah ini bak perang. Ada yang bilang pas masuk raudhah itu kaki langsung gak napak sangking padetnya. Ada juga yang bilang kalo liat orang jatoh cuekin aja, soalnya kalo kita tolong malah bisa-bisa kita ikut jatoh juga dan keinjek2. *insert emot gasp*

Kenapa gitu amat? Ya soalnya buat perempuan itu waktunya memang terbatas, tempat cilik, dan yang mau masuk segambreng. Belom lagi banyak orang-orang arab yang TERTIB dan SOPAN2. Di sini kadang aku pengen garuk pemerintah Saudi yang masih suka bedain treatment untuk perempuan dan laki-laki. We deserve an equal access as men dooonngg.

Kalo untuk laki-laki gimana? Karena mereka bisa masuk raudhah sepanjang hari, jadi suasana untuk yang pria kayaknya lebih enak. Padet juga sih pasti, tapi ada lah waktu-waktu lowongnya. Kayak Eki, beruntung amat dia, karena selain bisa ngerjain aneka shalat sunah, doik juga sempet shalat fardhu dan jenazah di atas karpet hijau. Iri gelaaakkkk!!

Salah satu bagian dari raudhah (the one with the green carpet.)
Bangunan di tengah dengan segitiga di atasnya adalah mimbar Rasulullah.
Image taken from here.
Raudhah kosong begini adalah pemandangan yang hampir tak pernah terjadi di bagian perempuan.
Image taken from here.
Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar.
Image taken from here.
Denah Raudhah.
9 Kotak karpet yang ada lampu-lampu di sekitarnya itulah yang dinamakan Raudhah.
Kecil dibandingkan jumlah manusia yang mau masuk ke sana.
Image taken from here.
Anyway, untuk masuk raudhah ini kita antri dua kali. Antrian pertama biasanya gak lama2. Nah masuk antrian yang kedua sebenernya udah di pisahin nih, antara orang-orang asia sama yang arab-arab. Dengan maksud, asia masuk raudhah dengan sesama asia and vice versa. Tapi ya suka ada aja al arabia yang purpurbeg masuk antrian asia, karena gak sabar dan mau cepet masuk ke dalem.

Tapi untung tour guide kami yang perempuan galak dan faseh sekali boso arabnya. Jadi semua arab bandel yang coba nyelak antrian, doik marahin dan suruh pindah ke antrian rasnya sendiri. And it works. Emang yang begini-begini nih sebenernya musti digalakin. Soalnya mereka resek dan tangannya hobi banget deh dorong-dorong. Kayak pengen bilang "sist, take a chill pill!".

Lalu, tibalah saatnya semua rombongan asia ini masuk raudhah. JENG JENG!

Daaannnn.... begitu masuk, langsung saya ketinggalan dari rombongan yang lain. Mereka pada gesit banget ngikutin gerakan lincah si tour guide. Sedangkan saya yang sambil gandeng mama mertua gak berani terlalu brutal dan desek ke depan. Gila deh itu, ada kali akik stuck 15 menit di tempat. Gak bisa maju, gak bisa mundur, gak bisa belok kanan, gak bisa belok kiri. Stak diem, gak tau harus ngapain, gak tau karpet ijo dimana, gak tau makam Rasul di mana. Bahkan di beberapa menit itu saya gak terharu sama sekali karena suasana yang terlalu brutal buat beribadah.

Saya bahkan sempat mikir, "ah udahlah ini kayaknya bakal susah buat shalat di sini", dan berniat langsung keluar aja begitu ada kesempatan dan space buat bergerak. Tapi abis mikir gitu, saya malah baru sadar kalo rombongan asia depan saya kok lagi gantian shalat dan saling jagain. Pas saya intip ke depan, WOOWW, TERNYATA ITU KARPET HIJAAUU!!

*Jadi yang dinamakan raudhah adalah tempat-tempat yang ditandai dengan karpet hijau. Kalau bisa shalat di sana, Insha' Allah katanya doa-doa kita dijabah.

Batas karpet merah dan karpet hijau.
Image taken from here.
Rombongan-rombongan yang ada di depan saya itu ternyata jamaah asal Malaysia. Lalu dengan sigap akik ikut bantu jagain mereka yang lagi shalat, dan setelah hampir semuanya selsai shalat, saya ngomong sama yang termuda di rombongan itu "Boleh gak, aku sama ibuku ikut shalat. Minta tolong jagain boleh?" dan dengan baiknya mereka pun langsung pasang badan dan memberi kami kesempatan untuk shalat. Alhamdulillah banget pokoknya ketemu orang-orang ini.

Tapi, akik tentunya shalat dengan kecepatan meteor. Soalnya benteng pertahanan mulai ambruk karena orang-orang arab di belakang mulai ganas dorong-dorong. Selesai shalat saya mengucapkan terima kasih ke mereka. Dan gak lama ada yang panggil "mbaa... mbaaa!" Ya ampun mau nangis rasanyaaa, ternyata itu si tour guide yang lagi cari anggota2nya yang hilang. Setelah ketemu dia, kami dianter ke spot yang agak kosong dan disuruh baca-baca doa di sana sambil nunggu dia cari yang lainnya.

Nah pas sudah tenang sambil baca doa itulah baru rasa haru hinggap ke seluruh badan dan air mata netes gak berenti2. Baru banget sadar kalo "Ya Allaahh, saya lagi berdekatan sekali sama Rasul ini yaa.. lagi ziarah ke makam Rasul. Subhanallaaahh.". Baru deh di sana inget sama salam-salam dari keluarga di rumah buat Rasul, dan baca doa sebanyak-banyaknya. Walopun baca doanya gak pas di karpet ijo, wallahualam lah ya. Mudah-mudahan tetap di dengar dan di jabah. Amiinn.

Selesai dari raudhah, kami semua kembali ke hotel, dan langsung istirahat. Kayaknya sih begitu nyentuh bantal, kesadaranku langsung gone. Capeknya khan maaeennn!

And that's the end of day one for us. See ya on the next day. Salamlekuumm :*

11 comments :

  1. Ya ampun mimpi apa semalem... Iseng buka blog ini ada updatenyaaa alhamdulillah..
    Sering2 dong mba fry..

    Gatau kenapa tiap baca sama liat foto3 raudhah bawaannya mau nangis hahaha..
    Jadi inget waktu itu juga dijagain sholat di raudhah tp dijagainnya sm sekolompok ras yg (dalam hati) aku hina dina klo liat mereka di mesjid soalnya mnrtku mereka aneh dan jorse.. Taunya dijagain sm mrk pas di raudhah bikin tertohokk..

    Ditunggu sambungannya ya.,, :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha biasalah aku kan blogger anget2an. Kalo lagi kangen nulis, kalo lagi bosen gak disentuh.
      Samaaaa... aku sampe sekarang kalo inget Madinah sama Raudhah suka ngembeng kangeenn. Nah itu diiaa.. kadang bantuan datang dari yang tak terduga ya. Luar biasa emang kadang tegoran di sana. Maacih ya masih mau baca-baca. Terharu ih masih ada yg baca T__T

      Delete
  2. OMG Mbak Fraiiii! Aku biasanya gak sampe mupeng gimana gitu ya liat foto-foto orang Umroh/Haji. Tapi ente bisak aja deh motretnya. Bagus bgt yaa bangunan2nya disana :) Thanks for sharing. Aku jg lg mulai pengen diundang sama Alloh supaya bisa ke Tanah Suci.... Seneng baca postingan begini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha aku pun dari dulu gak pernah terpanggil dan takjub nih liat foto-foto Mekkah Madinah. Sampe dateng ke sana dan liat langsung. Dan mungkin kebawa emosi pas di sana juga, jadi kayaknya tai burung di pinggir trotoar aja kok kayaknya bagus sih. Amiiinn.. di doakan semoga bisa ke sana juga. Dijamin mengalami apa yg orang2 biasa bilang seperti: "Ya ampun kangeen.. pengen balik lagi!" :)

      Delete
  3. Subhanallah...... aku pagi-pagi nangis sesenggukan. Mulai dari liat foto Nabawi yang pertama, mata mulai ngembeng. Sampe di paragraf tentang Raudhah, banjiiirr... mudah-mudahan dapet rejeki bisa kesana. Amin ya? Amin doong..

    Thank you ya ceritanyaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiinnnn... semoga dikasih kesempatan ke sana yaa, In sha Allah :)

      Delete
  4. Whoaaaaa love this post!!!

    Telat nihh saya baca posting ini, padahal udah liat postingan @frimin di IG.

    Indonesia,indonesia!,5 riyal, 5 riyal, 5 riyal, halal, halal, halal.

    Deskripsi dan narasi posting ini bener2 presisi. Picts nya juga sukses bikin yg pernah kesana bakalan gagal mup on,dan teringat kembali suasana disana. Pedagang gerobagan di pinggir2 jalan menuju Masjid Nabawi,mamas2 penjual Mushaf di mulut pagar area Masjid Nabawi (biasanya klo masuk dri nothern gate lurus dari arah restoran indonesia), di sebelah kiri mamas2 ini ada bapak2 menggelar jualan siwaknya.
    Posting kali ini emang bener2 nancep di ati.
    Belom lagi cerita ttg petugas imigrasi itu. Emang beneran kejadian ke rombongan sebelum saya, si petugasnya lamaaaaaaaa banget ngelolosin orang, selidik punya selidik si petugas sedang cecetingan via hengponnya.ya ampuuuuuuuun......!!!
    Tips tentang pergi ke Masjid min. 30 menit sebelumnya dan cerita ttg Riyadul Jannah itu jg bener banget.mau protesss, kenapa space buat para perempuan kok yaaaaa sempid amaaaaad.....bak cendol di musim kemarau hehehe
    Udah cocoklah klo mau bikin travel agent umroh. Whoaaaaa hehehehe kali kali ajaaaa
    Love the post. Share pengalaman di Mekkah dong, Frai! (edieeee sksd amad manggil frai)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman di Mekkah udah pasti di share juga doonng.. soon yah.
      Ahahaha ya ampun amin banget ya punya biro travel umroh.
      Biar tiap kangen, langsung cuss brangkuts!

      Delete
  5. Kk Fridaa.... Sekalinya update langsung umroh!
    Mewek bacanya ih!! T.T
    Semoga kabul semua doanya ya Kk... Doain yaaa biar bisa ke sana. Amin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiiinnnn!!! Siiipp.. di doain juga semoga bisa ke sana yaaa.. Amiinn ;)

      Delete
  6. Pengalaman di Mekkah udah pasti di offer juga doonng.. before long yah.

    Ahahaha ya ampun amin banget ya punya biro travel umroh.

    Biar tiap kangen, langsung cuss brangkuts!


    PSL Canlı Maç izle

    ReplyDelete