The Hairy Clan: NIPPON YOU HAD ME AT HELLO: LAST DAY

Monday, November 11, 2013

NIPPON YOU HAD ME AT HELLO: LAST DAY

IMG_6703 copy

TOKYO
Selasa, 22 Mei 2012
Itinerary: Fujiko F. Fujio Museum, Shinjuku, Akihabara

*potong tumpeng* Akhirnyaaaaaa kelar juga serangkaian postingan Yapon. Selain udah eneg, lamanya juga gak tanggung-tanggung yaa.. masak plesir satu setengki taun yang lalu, ceritanya baru kelar sekarang?

Titip doa kali dong pembaca biar saya jadi pribadi yang lebih rajin dalam mengapdet blog. Eniwey, here goes..

Jadi hari ini sebenernya sih bukan hari terakhir di Tokyo, melainkan hari terakhir jalan-jalan di Tokyo. Soalnya besok begitu bangun, langsung ke erport mengejar flight pagi. Untuk hari terakhir ini, jadwal itin gak neko-neko dan gak padet. Dan jadwal yang paling dinantikan adalah: mengunjungi Museum Fujiko F. Fujio!


Buying Tickets
Sama kayak waktu ke Museum Ghibli kemarin, kita harus melakukan reservasi tiket in advance melalui  Loppi Machine yang tersebar di seluruh Lawson stores. Untuk kemudian menukarkan tiket reservasi ini dengan tiket masuk di museum di hari H. Jadi tiket museumnya gak bisa di beli langsung di lokasi yah. Emang kenapa ribet amat sih musti reserved-reserved segala? Sistem ini diberlakukan agar pengunjung museum bisa dibatesin supaya pengalaman yang kita-kita dapet di museum juga maksimal. Coba kalo museum isinya nyendol kayak di Disnilen. Selain barang-barang eksibisi terancam rusak, kitanya juga mau liat-liat pasti gak nyaman kan kalo orang melulu isinya?

Naahh berhubung pengunjung dibatasi, stok tiketnya pun minimalis. Maka saya sarankan begitu sampe di Tokyo, segeralah menuju Lawson terdekat dan beli reservasinya. Atau kalo mendaratnya di kota lain juga gak masyalah brosis. Tinggal melipir ke Lawson di kota tersebut ajah.

Cumaaaa.. beli tiket di mesin Loppi ini emang resek-resek seru ya, berhubung semua petunjuknya dalam bahasa kanji T__T. Cara paling gampil adalah siapin data-data seperti: tanggal dan waktu yang diincar (slot waktu dibagi jadi 4: jam 10, jam 12 siang, jam 2 siang, jam 4 sore), alamat akomodasi kita di Jepang, serta nama dan nomer telf. Siapin semua data ini dalam bhs kanji ya. Lah terus kalo gak paham kanji piye? Minta tolong resepsionis hotel aja untuk mentranslate data tsb ke kanji. Sampe di Lawson tinggal kasih kertas isi data tsb ke pegawainya deh, dan nanti mereka yang akan bantu pake si mesin Loppi.

Mau yang less tricky? Bisa juga book one day tour melalui Yokoso Japan Tour yang membuat itin ke Museum Fujiko F. Fujio dan Museum Ghibli sekaligus.

Getting There
Museum Fujiko F. Fujio sendiri berada di Kawasaki City. Kota yang letaknya 20 menit dari Tokyo. Untuk menuju kesana, bisa melalui jalur kereta JR Line atau Odakyu Line dan turun di Noborito station. 

Karena hotel kami adanya di daerah Higashi Shinjuku, jadi route kereta kami hari itu adalah: Higashi Shinjuku ---> Shinjuku ---> pindah ke Shinjuku JR Line ---> Noborito. Satu pesan Laila ke saya waktu mau naik kereta yang ke arah Noborito adalah "jangan pilih yang express!" Kenapa? soalnya kereta ekspress itu hanya berhenti di stasiun-stasiun besar saja. Sedangkan karena Noborito adalah stasiun cilik, jadinya gak berenti doi di Noborito. 

Jadi naiklah kereta jurusan Noborito yang local line. Kalo masih ragu juga, cara paling gampang sebelum naik tanya ke pak masinis "*nunjuk kereta* Noborito?" kalo si pak masinis jawab "haaiikk! Noborito!" naahh aman deehh.. silahkan naik!

Saya dan Eki dapet slot waktu masuk museum yang jam 12 siang. Jadi jam 10 pagi berangkatlah kami dari hotel, dan satu jam kemudian sampailah kami di stasiun Noborito. 

Sampe Noborito langkah selanjutnya adalah cari halte tempat shuttle museum nangkring, dan di sinilah aksi nyasar dimulai. Udah naik, turun, keluar masuk stasiun, jejak-jejak si halte kok tak tampak jua. Udah curiga jangan-jangan sebenernya halte di depan mata, tapi gak keliatan karena mata batin ditutup akibat kebanyakan dosa. Untung pas udah mulai panik takut ketinggalan shuttle, si halte akhirnya ketemu.

IMG_6664
IMG_6667
IMG_6668
Halte terlucu dengan jejak kaki DOLAEMON!
Dan gak pake nunggu lama, shuttle ucul berhiaskan aneka karakter ciptaan FFF pun datang. We're coming Mr. Fujiko!

IMG_6669
IMG_6670
IMG_6677
IMG_6679
IMG_6672
IMG_6674

Sekitar 7 menit kemudian, sampe deh kitorang di halaman museum. Turun dari bis kami pun langsung masuk antrian pengunjung museum kloter jam 12 siang.

IMG_6686
Keliatan gak antriannya? gak santai amat yaaa
IMG_6687
IMGP2101
IMG_6688
IMG_6689
Detail-detail di halaman depan Museum
Inside the Museum
Setelah masuk ke entrance hall, seorang staff akan menukarkan tiket reservasi dari Lawson yang kita punya dengan tiket masuk museum. Selain itu, mereka akan memberikan floor guide, audio guide (cuma-cuma), dan menayangkan video tentang tata tertib di dalam museum. Peraturan utama yang sangat ditekankan adalah, photography inside the museum is a big no no! Tapi jangan sediihh.. ada kok beberapa tempat yang boleh di potret. Yaitu di area rooftop, manga reading corner, dan playroom.

Love the "Mice will be denied admission" part :D
Si Audio Guide yang sangat berjasa.
Di ground floor, dipajang aneka karya-karya orisinil dan cerita perjalanan karir Fujiko san. Dari karya komik buatan tangan pertama yang doi buat sampai karyanya setelah menjadi manga artist. Salah satu eksibit yang paling menarik dan nancep di memori adalah replika meja kerja FFF. Di sini ditampilkan meja asli kepunyaan doi beserta rak perpustakaan di atas meja yang menjulang tingiiiiiiii banget sampai ke lantai atas.

Selain aneka buku dan koleksi literatur, di perpustakaan ini juga tampak aneka mainan koleksinya. One thing i noticed, Fujiko san punya banyak banget mainan berbau Dinosaurus. Buat yang sering baca komik Doraemon dan komik Fujiko lainnya pasti sadar deh kalo dese sering banget bikin cerita yang bertemakan Dino-dinoan. Doyan kali ya doi? 

Pas liat aneka koleksi mainan ini, akik langsung menyadari pola yang sama dari Hayao Miyazaki (one of the Ghibli founder) dan Fujiko F. Fujio. These creative geniuses adalah orang-orang yang menjaga sisi kanak-kanaknya.

FFF'S Desk
FFF's Library
Ki: Ilustrasi binatang karya Fujiko. Ka: Cangklongnya Fujiko
Ada yang inget cerita Pisuke di komik Doraemon? Nah yang di atas ini adalah hal-hal yang nongol di cerita tersebut.
Naskah komik dan aneka prop yang berkaitan dengan cerita karangan FFF
Naik ke lantai satu, eksibisi dilanjutkan dengan artworks lain dan beberapa poster dari film karya Fujiko yang dibagi berdasarkan tema masing-masing (Doraemon di sisi sini.. P-Man di sisi sana..). Di lantai ini juga ada the animal room, yang berisi aneka ilustrasi Fujiko tentang binatang. 

Area eksibisi di lantai 1
Poster-poster dari film animasi karya Fujiko F. Fujio
Salah satu scene dari salah satu komik karya Fujiko sebagai bekgron dari artwork yang dipajang.
Area the animal room.
Gajah dan buaya di atas adalah life size version dari ilustrasi-nya Fujiko san.
Buat saya, bagian paling menarik di lantai ini adalah sisi yang menceritakan kehidupan personal FFF. Hobi doi, gadget-gadget favorit (he used Pentax SLR btw :D), hubungan dengan istri dan anak-anak, kumpulan foto dari koleksi pribadinya, dll. One of the most interesting fact about him adalah bahwasanya doi merasa Nobita adalah dirinya, dan dirinya adalah Nobita. Si bodoh dan pemalas yang suka berkhayal (which didn't stop him to be one of the biggest manga artist ever!).

Cerita perjalanan hidup si manga artist
Gadget favorit Fujiko. (Dan passport doi)
Dari semua barang-barang eksibisi yang menarik itu, ada satu item yang nyucuk hati dan bikin tanggul air mata akik bocor (tapi bocornya bocor cantik dong yaaa). It was a letter from Fujiko's wife to her late husband. And it was probably one of the sweetest letter ever. Basically si istri bilang kalo suaminya sudah bisa tenang di alam sana karena karya-karyanya sudah dicintai dan menginspirasi banyak orang. Surat tersebut ditutup dengan kalimat yang maniiisss sekaliiiiiii.. kalimat yang bikin pipi saya langsung basah. But i won't share the details here and let you read it for yourself *bilang aje lupaaaa*.

The creator of Doraemon
Kelar menikmati bagian dalam museum, saatnya eksplor bagian halaman samping dan rooftop.

IMG_6692
IMG_6691
IMG_6695

Ada yang inget gak Gian di atas dari cerita Doraemon yang mana? Si Gian versi ganteng muncul di cerita Doraemon versi "Penebang Kayu Yang Jujur". Jadi di ceritanya, ada satu kolam yang kalo kita jatohin barang ke sana, akan muncul peri baik hati yang nukerin barang kita yang versi buluk dengan yang versi keren, dengan syarat, kita jawab jujur pertanyaannya.

Nah singkat cerita, si Gian jatoh ke kolam itu. Terus si Peri keluar dan nanya ke nobita dkk sambil nunjukin Gian versi ganteng "apakah ini Gian temanmu?" terus Nobita dkk jawab "Bukaann.. Gian teman kami, gendut dan jelek." Terus si peri keluar lagi bawa Gian yang asli sambil nanya, "Apakah ini Gian temanmu?", Nobita dkk spontan jawab "IYAA!! Itu dia Gian teman kami!", kemudian si Peri pun bilang "Karena kalian telah menjawab jujur, kuberikan Gian yang rupawan ini sebagai hadiah atas kejujuranmu." Gian versi ganteng pun keluar dari kolam dan merangkul teman-teman barunya. THE END :D

AHAHAHAHAHAHAHA! Bener-bener salah satu cerita Doraemon favoritku deh itu!

IMG_6702
IMG_6707
IMG_6713
IMG_6712
IMG_6714
IMG_6718
IMG_6785
IMG_6781
IMG_6729
The view from museum rooftop.
Kayak suasana sekitar rumah Nobita yah?
Samlekuuumm... Nobitanya adaaa??
IMG_6728
IMG_6771
IMG_6789
IMG_6793
IMG_6795
IMG_6770

Salah satu area paling seru dari Museum ini adalah rooftop-nya. Di sini kita bisa berburu dan fotbar sama benda-benda dan karakter yang muncul di komik Fujiko. Ada pintu kemana saja, Pisuke, gorong-gorong tempat geng Nobita hang out, Perman, Q-taro, kuda bambu dari salah satu cerita di Doraemon, dll.

Setelah memanjakan mata dan hati, saatnya memanjakan perut. 

Buat kami, setiap mampir ke themed museum wajib banget nyobain cafenya. Karena biasanya selain makanannya enak, bentuknya pun terlalu lucu buat di mam *tapi tetep telen sih :D*.

Dan udah suratan takdir kalo mau makan di cafe themed museum gini harus rela waiting list. Untungnya karena kami baru ke cafe jam 2 siang (yang mana udah lewat jam makan), kitorang cuma harus nunggu selama 20 menit. Ini lumayan cepet lho, karena gosip punya gosip biasanya orang-orang bisa nunggu sampe sejam lebih. Sadis ya?

IMG_6737
IMG_6754
Dorami Hazelnut Latte and Doraemon Caramel Milk
IMG_6756
Coaster (yang kemudian aku bawa pulang)
IMGP2111
IMGP2123
IMG_6760
What we ordered that day
IMG_6763
Doraemon Vanilla Cake
IMG_6768
Doraemon Baked Rice Casserole
IMGP2127
IMGP2124

Perut kenyang, kami masuk lagi ke dalem. Sekarang saatnya menengok area playroom dan manga corner yang tadi belom kecolek.

IMG_6799
Playroom. Dari mainan panjat-panjatan sampe aneka alat musik ayaaa!
IMGP2137
Manga corner
IMGP2145
IMGP2146
Fujiko F. Fujio karakter menghiasi semua dinding
IMG_6811
Andaikan akik bisa baca kanji, pasti udah ikutan ngambil komik sambil tiduran di samping adek yang paling belakang
IMGP2141

IMGP2153
Area permainan "high-tech".
Di layar yang paling atas itu ditampilkan beberapa animasi kreasi Fujiko F. Fujio yang exclusively hanya diputar di museum ini saja
IMGP2152
IMGP2144
IMG_6810
Loving all the cute signs
IMGP2156
IMGP2155
Gigantic Doraemon shaped gashapon
Sekitar jam 4 sore, walaupun rasanya hati berat untuk meninggalkan tempat ini, kami terpaksa harus mengucapkan sayonara kepada Fujiko F. Fujio Museum. Tapi sebelum pulang, ngelongok sebentar dong ke toko souvenir buat beli beberapa kenang-kenangan (kaos gian buat Eki, postcard dan bando baling-baling bambu buatku).

IMG_6820
Jam 4 di luar museum udah sepi.
Yang artinya kloter terakhir udah masuk ke dalem museum.
IMG_6812
IMGP2099

Buat saya, dateng ke Museum Ghibli dan Museum Doraemon merupakan salah satu highlight dari Tokyo Trip kemarin. Bedanya, Ghibli Museum made me happy.... but Fujiko's made me both happy and emotional (or super emotional i might add *lap aer mata campur ingus*). Mungkin karena saya baru kenal karya-karya Ghibli pas udah gede, sedangkan dari jaman rikiplik alias jaman-jaman masih doyan nyemilin upil, saya udah baca dan nonton Doraemon (yang kemudian dilanjutkan dengan baca karya Fujiko yang lain seperti Esper Mami, Bakeru Kun, dan 21Emon).

Jadi buat kalian penikmat karya-karya Fujiko F. Fujio yang akan bertandang ke Tokyo, udah bukan harus lagi ya, tapi WAJIB mampir ke sini. I promise, you won't regret it!

Enihu, dari museum kami kembali ke Noborito stasiun menggunakan si shuttle lucu. Dan kali ini kebagian shuttle dengan tema Doraemon. IHIY :D

IMGP2164
IMGP2169
IMG_6822
IMG_6828
IMG_6830
IMG_6824
IMG_6833
IMGP2171
Patung Doraemon dan Pintu Kemana Saja di stasiun Noborito
SHINJUKU

Ngomong-ngomong, selama di Tokyo kan kami nginep di daerah Higashi Shinjuku ya, tapi kitorang sama sekali belum pernah nginjek dan sightseeing sekitar Shinjuku sama sekali lho. Malu-maluin ya? Akhirnya berhubung ini sudah hari terakhir, dari Kawasaki kami memutuskan mampir sebentar ke sana.


IMG_6867
IMG_6888
IMG_6839
Kampanyekah? atau jangan-jangan malah berdendang?
IMG_6841
NYENDOL!
IMG_6846
Only in Japan!
IMG_6848
Smoking areanya buesar.. Eki bahagia!
Berhubung Eki setiap liat smoking area gak bisa melewatkan kesempatan, akik pun memutuskan untuk melipir sejenak ke shopping center cilik di samping area ngokar. 

Dan untung inisiatif masuk sini, karena... look what i've found!

IMGP2179
IMGP2178
IMGP2177
IMGP2174

SAMLEKUM LADUREEEE!!!

Ya ampuuunnn... hati girang bukan main nemu ini. Soalnya saya sempet masukin itin nyicip Pierre Herme di Ginza, yang mana akhirnya gak kesampean sama sekali dan lumayan bikin sedih. Tapi biarlah, tak ada Pierre Herme, Laduree pun jadi. *nge-frame kresek Laduree*

Di Shinjuku kami gak lama-lama. Soalnya bingung juga mau ngapain dan liat apa, berhubung suasana beti sama Shibuya. Akhirnya setelah sejam muterin Shinjuku kami pindah ke Akihabara.

Lah kok Akihabara lagi? Eerr iya soalnya akik butuh balik lagi ke Yodobashi buat beli koper *lirik temen yang nitip bantal hello kitty* ahahahaha. Pokoknya gara-gara kebanyakan beli printilan gak penting tapi bulky, koper pun gak muat.

Sampe Akihabara, kami makan malem sebentar di sebuah kios sushi, dan langsung melipir ke Yodobashi. 

IMG_6909
IMG_6904
IMG_6906
Seneng bangeett akhirnya nemu cosplayer niat begini!
Setelah koper dibeli, cuci mata sebentar di Akihabara, dan gak lama-lama baliklah kami ke hotel. Berhubung masih harus packing dan besok harus sudah siap pagi-pagi buta.

So that was the end of our trip in Japan.. SAYONARA AKIHABARAAA!! SAYONARA TOKYOOO!! Thank you for the adventures and experience.

So far this was the best trip we ever had. Bahkan sampe sekarang saya dan Eki masih belum move on lho dari trip ini. Semoga kami akan berjodoh kembali dengan Jepang dan punya kesempatan melihat kota-kota lainnya *angkat gelas isi royal milk tea*.


Expenses 
Transportation: ¥ 1110person
Fujiko F. Fujio Admission: ¥ 1000/adult
Meals: around ¥ 5000

9 comments :

  1. Halo Lamlekuummm... Salam kenal :)
    Gue dan suami juga kemarin ke Jepun dan suami sering banget menggasak royal milk tea dari vending machine... Doyan banget dia trus girang nemu itu royal milk tea di Grand Lucky. hihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaiiii.. salam kenal juga yaaa!
      Ahahaha iya emang enak itu si teh dari surga.. aku lebih seneng lagi pas tau kitkat green tea juga dijual di Grand Lucky.

      Delete
  2. aaaaakkkkk lucuk banget sik FFFnyaaaa... :D
    waktu kesana nobita masih kelas 4 SD juga ga fry ?? :)))
    trus itu mana tega di makan lucu2 gitu makanan sama minumannya.
    trus trus trus selain coaster apa lagiii yang bisa dibawa pulang ?? :D
    ingin ku pergi kesanaaaa... *pintukemanasaja*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha pas kesana nobita masih 4SD dan mama papa nobita kayak minum mata air awet muda.. gak toku-toku ya merekaa.. segitu aja terus.
      Yang bisa dibawa pulang sayangnya cuma coaster sama tissue.. mau lebih, harus beli di toko souvenir :D

      Delete
  3. hai mbak frida.. aku edna silent reader blog mu sejak jaman dahulu kala.. :P
    aaaahh ahirnyaaa selesai juga cerita jalan-jalan di negeri sakuranya.. tiap aku buka blognya selalu berharap udah belon ya di update? hahaha..

    ohya.. mo nanya nih soal akses ke museum fujiko ini.. gimana tau nya itu keretanya adalah line local? tertulis ato kudu nanya sama si masinis.. "noborito?"

    selama di japones kemaren ini.. mbak pake JR Pass gak ya?

    nuhun pisan ya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaii Ednaaa.. maacih lho akhirnya menongolkan muke di sini. Salam kenal juga yaahh :)

      Hmmm pertanyaanmu kok sulit yaahh ahahaha.. sulit karena aku wis lupaa.
      Tapiiii kalo aku gak salah inget nih yaa.. jadi setiap kita mau cari nomer peron tempat kereta yg kita incer kan kita kudu liat di layar dulu tuh.. Nah kalo gak salah di layar itu tertulis deh infonya.
      Misal: Peron 8, Tokyo - Kawasaki (express)
      Peron 9, Tokyo - Kawasaki (local)
      Seingetku kayak gitu deh gimana aku bisa taunya antara mana yg local mana yg express.

      Kalo aku kemarin gak pake JR Pass karena emang gak merasa butuh. Pakenya cuma Suica aja.
      Gituu.. mudah-mudahan ngebantu yaahh :)

      Delete
  4. Cuintaaaakkk! Gue juga ke Jepang nggak bisa move on. Apalagi kalo itinerarynya selama elo, pasti makin jatuh hati. Keselnya, Teguh nggak suka lho ama Jepang. Kita jalan bertiga yok! *bobok di tengah Frida Eki*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iiihh Teguh iiihhhh! Yaudah yuk kita berempatan aja sama Raya juga....

      Delete
  5. uwooo.. rasanya pengen komen di setiap postingan all about japan-nya.
    tiba-tiba nyadar udah postingan sayonara japan aja.
    thx lho mba infonya, semua ceritanya berguna banget! foto-fotonya juga lucu-lucu banget, bagus, duh bawa memory card berapa GB tuh mba? haha.

    oiya, tadinya aku niat ke museum doraemon itu jam 10, tp kok ya setelah liat postingan ini daripada abis kelar muter-muter 2 jam trus ke cafe-nya penuh (secara pas lunch time ya jam 12) mending jam 12 ya, jadi kelar jam 2 cafe-nya ga ngantri2 amat

    ReplyDelete