The Hairy Clan: JAPAN 101

Saturday, November 16, 2013

JAPAN 101

Selain dateng ke tempat-tempat wisata, hal menarik lainnya yang bisa dilakukan saat travelling ke negara lain adalah memperhatikan dan mempelajari kebiasaan dan kelakuan masyarakat setempat.

Maka, dari Japan Trip kemarin we learn one or two new things about Japan and Japanese.

THE CULTURE AND PEOPLE

1. Udah bukan rahasia lagi lah ya kalo orang-orang Jepang itu ramah-ramah. Dan dari pengalaman kemarin, terbuktilah bahwa gosip itu benar adanya. Japanese are super friendly. Terutama warga Osaka dan Kyoto. Pokoknya.. WE LOVE YAPONESEEE!! *kecup Kimutaku*

2. Selain ramah, orang Jepang juga sangat pemalu (tapi lain hal buat soal sek-sekan). Contoh malunya tuh gini, misalnya kita tanya pake bahasa inggris, terus doi gak ngerti dan gak bisa jawab. Mereka bisa yang tadinya lagi duduk dan makan langsung berdiri dan pergi dari situ lho. Kayaknya ini juga ya yang bikin angka bunuh diri di Jepang tinggi. Malu dikit, lep baygon. Yunik banget!

3. Industri yang berbau seksuil dan pornography di Jepang kan kenceng banget ya, jadi kemarin kami sering banget liat pemandangan pria Jepang dengan dandanan necis (suit and all) nyamperin cewek-cewek yang memenuhi kriteria di jalan dan menawarkan mereka pekerjaan sebagai hostess, escort girl, atau porn star. Yang gini-gini sering banget nongol di daerah Shibuya dan daerah rame lainnya.

4. Tapi gak semua pria dengan dandanan necis itu nawarin kerjaan gak bener. Beberapa ada yang hanya nawarin mampir ke club dan bar tempat mereka kerja yang biasanya mahal-mahal. Tapi lucunya, mereka gak pernah nawarin ke turis lho, cuma yapones doang yang disamper. Bingung ngomongnya kali ya?

5. Nah kalo yang suka nawarin ke turis biasanya nigga-nigga. Jadi jangan heran kalo di Tokyo sering liat nigga seliweran di jalan. Mereka ya either nawarin mampir ke club, bar, tempat esek, atau lagi-lagi nawarin kerjaan ke beberapa wanita-wanita cantik. Job street berjalan doik!

6. Selain tempat yang sempurna untuk mempromosikan tempat-tempat hiburan, daerah-daerah pergaulan kayak Shibuya atau Shinjuku juga merupakan tempat sempurna untuk mempromosikan diri sendiri. Jadi yapones sering tuh dress up from head to toe, terus nangkring aja di jalanan. Tujuannya? berkenalan dengan sebanyak-banyaknya lawan jenis (atau sejenis for some peeps) untuk kemudian diajak asik-asik ke love hotel (atau gorong-gorong kali ya kalo kepepet).

7. Jadi waktu ke Akihabara, saya sama eki sempet iseng-iseng mampir sex shop kan ya. Dan di sana terpampanglah the weirdest thing i've ever seen. Di tembok.. di dalem lemari kaca.. dipajanglah beberapa hasil cetakan kelamin wanita. Ho oh maakk.. cetakan vajayjaayyy!!! Cetakan yang kayak suka kita bikin di dokter gigi kalo mau pasang behel itu lho. Jadi kita bisa tuh dateng ke sex shop dan ucuk-ucuk "mas, mau nyetak vajayjay satu yaahh!". Kalo pada nanya buat apaan? EMOH! Aku pun binguuunnggg!!

8. Selain bisa nyetak alat kelamin, di sex shop juga di jual.... USED PANTY. Saya ulang lagi yaa.. CELDAM-BEKAS-PAKE. UDAH GILA APAAA???
Used panty vending machine.
SICK SICK WORLD!!
8. Untuk turis, terutama turis perempuan, kalo mau berkereta baiknya hindari jam-jam rush hour (8-9 pagi dan 5-8pm). Selain untuk kenyamanan, juga untuk keamanan guna menghindari chikan. Di Jepang kasus pelecehan seksual di kereta adalah hal yang umum banget. Bahkan katanya, 70 persen murid-murid SMA pernah menjadi korban para chikan. Memang sih turis bukan inceran utama. But still it's better to be save than sorry.

9. Bahkan ya, beberapa tempat esek yang menawarkan jasa escort juga punya ruangan bertemakan subway lho untuk mereka-mereka yang ingin role-play jadi chikan. Dan katanya ruangan indang laris maniiissss. WONG EDAN!

10. Now let's move on to the normal things. Salah satu hal yang harus diperhatikan kalo kita ke Jepang adalah etiket menggunakan escalator. Di Tokyo, sisi kiri adalah untuk orang-orang yang mau diam berdiri di escalator, sedangkan sisi kanan dipakai oleh mereka yang mau jalan. Di daerah Osaka dan Kyoto etiket escalator ini berlaku kebalikannya.

Left: Tokyo, Right: Osaka
11. Japan is definitely the land of convenience stores and vending machines. Mini market kayak Sevel, Lawson, Family Mart betebaran kayak laron. Jadi udahlah, tinggalin itu abon dan indomie di rumah. Kalo laper tengah malem gampang kok tinggal melipir. Terkecuali untuk yang tight budget dan picky eater yah.

12. Japanese loves festivals. Hampir setiap bulan kayaknya adaaaa aja festival. Dari yang penting sampe yang gak penting. Jadi sebelum kesana, ada baiknya googling dulu event-event lokal di tanggal kita kesana. Siapa tau beruntung dan bisa nonton festival yunik.

THE $$$$ FACTS

1. Biaya transport di Jepang itu mahal. Buat orang-orang kayak saya yang bukan turunan sultan Timur-Tengah, pilihan transport selama disana hanya bis atau subway. Untuk turis, dengan rata-rata 2-3 tempat yang dikunjungi dalam sehari. Siapkan budget transportasi sekitar 150 ribu per hari per orang. Mau yang lebih murah? bisa rental sepeda sih. Tapi ya siap-siap betis koplok aja kalo mau tiap hari sepedaan.

2. Surprisingly, makan di Jepang gak semahal yang saya kira lho. Makanan mahal sih ada bangeett. Tapi pilihan pangan yang ramah di kantong juga banyak kok. Untuk sarapan misalnya, saya dan Eki sering banget beli roti-rotian, inari sushi, atau onigiri di convenience store. Yang mana kayaknya cuma ngeluarin 600 yen udah nampol. Untuk pilihan makan siang atau makan malem, kalo mampirnya ke resto beef bowl model Yoshinoya atau Matsuya, 800 yen udah bisa buat berdua. Tapi ada kalanya kan ya mau nyobain resto-resto atau cafe-cafe ucul. Untuk di tempat-tempat seperti itu, sediakan minimal 3000-4000 yen untuk berdua.

3. Apapun yang dijual di theme park mahalnya ampun-ampunan. Dari snack, makanan, suvenir. Rata-rata snack aja harganya 500 yen, makan di resto theme park? Bisa abis sekitar 2500 sampe 3500 yen untuk berdua. Belom goda-godaan suvenir lucu yang minta dibawa pulang. Jadi walaupun gak mau belanja suvenir, baiknya sih tetap siapkan budget lebih. Berhubung waktu yang dihabiskan di theme park biasanya seharian, kayaknya gak mungkin kalo gak ada yang dibeli sama sekali di sana.

4. Untuk biaya lainnya seperti penginapan dan belanjaan. Kayaknya tergantung masing-masing yaa.. Untuk budget hotel, harga dimulai dari 1 juta rupiah per malam. Mau yang lebih mahal? banyaakk.. Mau yang lebih murah? ada hostel. Kalo yang mau ke Jepang dengan tujuan belanja juga pastinya harus siapin hepeng lebih. Karena baju, sepatu, tas dan teman-temannya mihil-mihil banget di sana.

5. Nah sekarang untuk masalah yen-yenan. Kalo mau ke Jepang, lebih baik udah sangu yen sebanyak-banyaknya dari tanah air. Pokoknya sebisa mungkin hindari menukar kurs di money changer. Karena: 1. Nyari money changer susahnya minta ampun. 2. Rate money changer di Jepang itu terkenal jelek banget. Jadi kalo yen abis, cara yang paling menguntungkan adalah, ambil tunai di International ATM yang tersebar di seluruh 7-11 atau di kantor-kantor pos. Semua kartu debit/cc dengan lambang visa dan master card bisa dipakai di mesin ini kok. Tapi harap diingat, bank akan mencharge setiap kali kita menarik uang di ATM tersebut (kemarin saya di charge 25 rb per transaksi). Untuk lebih jelasnya, silahkan dibaca di sini.

7 Bank ATM di 7-11
WHAT TO WEAR

Sebenernya untuk poin yang ini sangat tergantung dari musim pas kita sampe di sana sih. Tapi karena musim favorit untuk mengunjungi Jepang adalah musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November), jadi mari bahas essential wardrobe untuk musim ini.

1. Musim semi dan gugur selain musim yang terenak untuk mengunjungi Jepang, juga merupakan musim terlabil sepanjang tahun. Bisa hari ini panas, tau-tau besok ujan. Jadi biar aman, bawalah jaket, switer, dan coat di koper anda. Pas akik kemaren kecele banget deh.. liat di web tulisannya udah belasan celcius. Jadilah bawanya baju-baju tipis lucu. Taunya, walaupun belasan juga anginnya masih jahanam yaa ahahaha. Darah tropis emang gak bisa boong!

2. Selain baju yang tepat, bawa sepatu yang jitu juga kuncian sukses enggaknya trip kita. Jitu di sini bukan cuma nyaman di pake seharian, tapi juga... WATERPROOF! Kenapa harus waterproof? Bayangin aja kalo harus jalan seharian pas lagi ujan. Sepatu lepek, kaki dingin. Nangis! 2 Kali kami diguyur hujan selama Japan trip kemarin. Saya yang pake sepatu berbahan kain? bawaannya pengen makan orang. Eki yang sepatunya waterproof? Zen! Makanya tekad bulat banget lah pokoknya... no more sepatu cantik kalo travelling. Bo'at penambang it is! *Eki nyengir bahagia*

Timberland boots

J-POP

Selama di sana beberapa penyanyi pun ikut nyantol di hati eki. Yang berakibat meng-abuse video yutup dan humming lagu-lagu tersebut berminggu-minggu. Dan gara-gara Eki kepincut J-Pop, Kamila ponakan saya ikut hapal dan suka lho. Ckckckckck...

Ini salah satu penyanyi yang lagunya kedengeran di aneka toko, dan v-klip nongol dimana-mana. Brainwash se-brainwash brainwashnya. Tapi emang enak sik *donlot*.


2. Kyary Pamyu Pamyu
Cuma Tuhan yang tau gimana caranya sampe Eki bisa kenal penyanyi ini. Wong hit song-nya aja tentang bulu mata palsu :D. Centil kamu!



JAPANESE OMIYAGE

Nemu kit-kat aneka rasa ini susah-susah gampang sebenernya. Berhubung doi cuma dijual di toko-toko tertentu. Belom lagi tiap daerah punya rasa kit-katnya masing-masing. Jadi kalo beli kit-kat di Osaka, besar kemungkinan rasa itu gak bisa kita temuin di Tokyo. Tapiiii.. untungnya di Tokyo ada nih beberapa toko yang mempermudah perburuan kita dalam membeli rupa-rupa rasa kit-kat:
  • Shokoku Gotochi. Toko souvenir ini bisa ditemuin di basement Tokyo Station. Persisnya, si toko terletak di ujung ramen street di First Avenue Tokyo Station (arah selatan basement). Ini toko yang saya paling rekomendasiin buat beli Kit-kat karena pilihan rasanya yang boanyak.
  • Souvenir shop kecil di ground floor Venus Fort Mall, Odaiba.
  • GIFTrip sebuah toko souvenir duty free di Aqua City, Odaiba.
Shokoku Gotochi di Tokyo Station
Surga kitkat di Shokoku Gotochi
Dan ini adalah rasa-rasa yang berhasil akik beli kemarin...
Atas: Kiri, Kitkat Cheese Cake. Kanan, Kitkat Cinnamon Cake
Bawah: Kiri, Kitkat Hojicha. Kanan, Kitkat Almond Tofu
Kiri, Kitkat green tea. Kanan, Kitkat Raspberry
Kitkat Tokyo Sky Tree special edition with orange flavor.
Snack inceran turis-turis selain Kitkat biasanya Tokyo Banana. Nah kalo Tokyo Banana ini lebih gampang ditemuin. Untuk varian yang lengkap, Tokyo Banana bisa di beli di counternya langsung di Basement Tokyo Station. Tapi kalo gak sempet ke Tokyo Station, Tokyo Banana bisa dibeli di Fa-So-La gift shop, Narita Airport.


Masih pada inget gak sama snack jadul ini? Di Yapon, salah satu snek favorit akik jaman bocah tersedia dalam beragam rasa. Tapi untuk rasa dengan packaging besar seperti di bawah ini, saya kok cuma nemu di Osaka tok ya. Di Tokyo ada juga sih, tapi kemasannya mini-mini.

Collon Green Tea
Coffee Collon
Selain Kitkat dan Collon, kalo lagi di Jepang juga saatnya borong aneka rasa Pocky. Pocky terunik yang saya temuin adalah Giant Rainbow Pocky di Osaka dengan kotak bergambar Glico Man.

Giant Rainbow Pocky

Menurut saya, salah satu snack yang wajib cicip kalo lagi jalan-jalan ke Jepang adalah Langue de Chat alias lidah kucing. Why? soalnya lidah kucing versi Jepang enak bingiiiittt. Biasanya si lidah kucing berisi krim di tengah-tengah. Mulai dari krim vanilla, cokelat, sampe green tea. Untuk di Tokyo, salah satu merek langue de chat yang paling populer adalah Ishiya Shiroi Koibito. Si lidah kucing bisa dibeli dengan mudah di Narita Airport.

Ishiya Shiroi Koibito
Kalo di Tokyo ada Ishiya, di Kyoto, ada Kyoto Tea Langdosha. Sama-sama Langue de Chat sih doik. Cuma bedanya, omiyage andalan Kyoto ini, berisi krim green tea. Sampe sekarang, tiap ada yang mau mampir Kyoto akik tanpa malu-malu nitip ini. ENAK BANGET SOALNYA!


THE PLACES THAT WE DIDN'T GET TO VISIT

Salah satu penyesalan terbesar dari jjs kemarin adalah gagal mampir ke Tsukiji market. Padahal tempat ini masuk ke itin kami lho. Tapi karena tiap hari bangun kesiangan, jadinya Tsukiji selalu di skip sambil bilang "Besok deh ke Tsukijinya, kita bangun pagian.". Yang mana besok dan besokannya tetep kesiangan aja terus. Kesel!

7 hari di Tokyo tapi gak mampir ke Ginza? DOSA IH! Ibaratnya kayak ke Paris tapi gak liat Eiffel Tower. Kentang buuu...

Lagi-lagi sebenernya ini adalah tempat yang udah masuk itin. Tapi terus dicoret karena baca review kalo antrian di FujiQ itu lamanya horor. Tapi setelah liat dan denger cerita-cerita orang yang ke FujiQ kok aku iriiii. Mikir apa sih kemaren sampe batalin pergi ke sini?

Jadi 2 hari pertama kami di Tokyo itu sebenernya bertepatan sama hari-hari terakhir turnamen Sumo di Tokyo. Cuma lagi-lagi rencana nonton digagalkan oleh jadwal bangun yang kesiangan. Soalnya kalo mau nonton Sumo, tiket harus dibeli langsung di lokasi turnamen pagi-pagi buta. Kesiangan dikit, tiket babay. Pokoknya kalo itin yang pake syarat bangun pagi persentase gagalnya udah pasti gede banget lah.

Kalo tempat ini memang gagal didatengin simply karena udah gak ada waktu lagi sih. Semoga besok-besok akan ada kesempatan lain buat ke sini. Amin.

Jadi kesimpulannya, we need to go back to Japan in the future. Buat dateng ke tempat-tempat yang kelewat, buat beli snek ucul, dan juga buat nyetak kelamin *eeeewwww*.

Wahai angka togel.. yok dong menang!

16 comments :

  1. asliiii.. luengkap POL! cinta deh cintaaa sama postingan ini.. dan video jalan-jalannya pun aku suki!
    kitkat hojicha kan enak banget mbak.. esgrim hojicha di arashiyama kata temenku yang kesana juga amboi enak rasanyi
    jadi semangat buat merangkai itinerary ke japones lagi euy!

    nuhun pisan mbak fri atas sharingnya.. wuhuuuuw!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaww makasih lhooo..
      Iya semua Kitkat aku suka deehh... kenapa bisa enak-enak semua siihh!
      Iya doonng ke sana lagi yuukk.. aku pun masih banyak banget yang pengen diliat.
      Pokoknya begitu tabungan mengizinkan.. CABUT!

      Delete
  2. hai sis,
    kitkat greenteanya masih ada ga ? hahahahah kaya' mau di jual lagi ajaaa borong banyak beneeeer.. :)))
    postingannya komplit banget, top !! :D
    gila ya horor banget esek2 di sana.
    *siapincelanadalem* *eksporkejepun*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha udah abis banget sist Kitkatnya.. kan udah satu stengki yang laluu
      Embeerrr.. Jepang sama urusan sek-sekan horor lah pokoknyaa!!
      Kepribadian unik banget merekaaa

      Delete
  3. Love love lovvveeee! Mau banget deh nyetak vajayjay... Buat dipajang di ruang tamu keluarga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cetak dong laaaaa.. terus pajang di blog. Biar kita makin akrab :D

      Delete
  4. Hahaha mau nulis ginian juga nih, udah nongkrong manis di draft. Tapi apa daya karena tiadanya tenaga, jadinya ga keluar-keluar tulisannya, eh punya dirimu lengkap bangaaat. Jadi minder ah! Hihihihi... Btw, emg kocak bet ya kelakuan yapones yang langsung gak pede kalo ga bisa bantuin orang. Waktu itu malah nanya arah sama ibu2 di kereta, dia ga bisa inglis, dia yang keluar kereta lhoo.. Kasian huhuhu...

    Aaak nyesel gilak ga ke sex shop! Kok ga kepikiran ya.. Padahal kan udah tau kalo orang Jepang juaranya mesumisasi. Harus kesana next time, bawa anak! :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eeehhh tetep tulis aja dooonngg.. Aku kan juga pengen baca pengalamanmuu.. pasti seru deh!
      Ahahaha aduh iyaa sex shop pengalaman yang seru sekaligus ngeri sih :D Orang yapon gila amat dah kalo buat urusan kelamin. SIICCCKK!! *masih geli*

      Delete
  5. Aku juga waktu mampir ke Tokyo ngga sempet ke Tsukiji. Pertama tentu saja alasannya karena pagi bener, kudu bangun jam 3 pagi kalau pengen liat auction. Kedua adalah karena transportasi subway atau metro belum jalan sepagi itu. Jadi mau ngga mau musti naik taksi yang mana ya oloh buka pintu aja udah 700 Yen. Dari hotel di Shinjuku sampe ke Tsukiji bisa abis 4000 Yen mungkin. Karena kita pan anaknya merki, akhirnya mendingan tidur daripada liat auction para tuna itu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku malah udah gak ngincer liat auction tuna-nya sih.. berhubung marilah jangan berharap yang tak mungkin.
      Tapi tetep pengen mampir dan liat-liat ajaa.. minimal cicip sashimi laahh. Apalagi taun 2014 ini (lupa tepatnya bulan apa) si Tsukiji bakal dipindah ke kota lain.. Jadi kemaren kayak last chance melihat Tsukiji di Tokyo T_T

      Delete
  6. Kenapa gue malah jadi sakit gigi ngeliatin snack2nya semuanya manis2 hahahaha... Tapi kepengen nyobain! Kan katanya lebih baik sakit gigi daripada sakit hati toh?

    Seneng liat foto2 elu dan Eki di sana. Pasti koleksi fotonya buanyak gak kira-kira sampe postingan soal ini gak kelar-kelar selama.... brapa taun sih? HAHAHAHA... eh gue rasa mungkin trend J-popnya udah beda lagi sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha maaf ya kalo bikin gigi ngiung.. can't help it! Soalnya aku suka yang manis maniisss ihihihi..
      Tebakan kamu jitu amat Leonyy!! Salah satu alesan kenapa postingan Yapon tetep dilanjutin walopun udah setaun stengki lamanya, selain karena sayang ceritanya gak di selsein ya juga karena sayang dong fotonya banyak yang belom dipejeenngg :P
      Dan iyaaa.. pasti lah ya taun ini trend J-Pop nya beda lagi.. walaupun kayak sih si Kyary Pamyu Pamyu namanya selalu besar di sana.

      Delete
  7. Hola! Thank you banget buat recap dan reviewnya yang super lengkap. Gw baca dari terbitan pertama lho (halah, kayak majalah aja). Untung selesai juga sebelom gw jalan spring taon depan :p
    Nanya ya, denger2 di Jepang suka mesti copot sepatu. Target gw sih standard lah ya, temple dan istana di sana. Masih tetep mendingan pake sepatu tahan ujan tapi tali2 macamnya bo'at penambang itu?
    Eh, tapi sebagai cewek kan pengennya tampil cantik ya *dilema*
    -Tri-

    ReplyDelete
  8. Aaaa makasih lho udah baca.

    Nah itu dia yaa.. akik sendiri sebenernya suka dilema. Kayaknya solusi terbaik bawa sepatu 2 kali ya.. satu modelan but, satu sepatu flats yang gampang copot pake. Dan sebelum keluar hotel, pagi-paginya lebih baik cek perkiraan cuaca dulu.. Kalo hujan, baiknya sih pake sepatu-sepatu waterproof. Tapi kalo cuaca cerah, mau pake flats ya gpp. Membantu kedilemaanmu tak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide bagus! Membantu banget :D Gak kepikiran lho buat cek perkiraan cuaca sebelom keluar. Inilah akibat tinggal di daerah tropis dengan cuaca yang gak aneh2. Thanks yak!
      -Tri-

      Delete