The Hairy Clan: Nippon You Had Me at Hello: Day 7

Sunday, December 16, 2012

Nippon You Had Me at Hello: Day 7

TOKYO
Jumat, 18 Mei 2012
Today's Itinerary: Harajuku, Ghibli Museum, daann kembali lagi ke Harajuku *doyan?*

Hari ini, kalo berdasarkan jadwal yang dibuat di itinerary sih harusnya: Tsukiji (subuh-subuh) - Puroland - Roppongi Hills - dan ditutup dengan Omotesando. Cakep kan?

Realita: yang harusnya jam 5 subuh udah berangkat malah...... jam 8 baru bangun! Ini akibat suka muluk-muluk merancang itin nih. Sok-sokan mau jalan subuh kayak pada hobi bangun pagi aja.. Akhirnya Tsukiji ditunda besok deh, sekarang mari nyarap dulu dan mampir sevel buat beli tiket Ghibli Museum dan Fujiko F. Fujio Museum.

Realita 2: Nah pas beli tiket ini juga ternyata tak sesuai rencana. Awalnya kita mau beli tiket Fujiko F. Fujio buat besok, dan Ghibli buat lusa. Taunya tiket Fujiko F. Fujio udah sold out sampe 4 hari ke depan. Tapi hamdalah masih rejeki, masih bisa gondol tiket buat hari terakhir kita di Tokyo.

Setelah tiket Fujiko F. Fujio, nyari tiket buat Museum Ghibli pun sama susahnya.. di coba-coba di setiap tanggal dan setiap jam, sold out semua. Di saat tinggal sedikit lagi menitikan air mata, terbersit ide "jangan-jangan kalo hari ini malah ada!". Akhirnya saya coba masukin di tanggal hari ini jam 12, atau 2, atau 4. Si mas sevel udah pesimis, dia bilang kayaknya gak mungkin ada deh. Eh tapiii.. memang doa orang teraniaya (atau dalam hal ini turis) selalu dijabah, masih ada loh tiket hari ini buat jam 4 sore!! Totorooo kita berjodoohhh!!!

Karena itu rencana pun berubah total! Puroland, Roppongi, dadah dulu buat sekarang ya.. Karena sore nanti arahnya ke Museum Ghibli, yang mana agak di luar Tokyo dikit, maka siangnya kita putusin jalan-jalan slobe aja dah. Maka, terpilihlah Harajuku!

HARAJUKU

Dari dulu, bayangan saya akan Harajuku adalah tempat yang penuh sama orang bergaya lolita, gothic atau ber-cosplay. Pokoknya kalo mau cari yang normal, gak disini tempatnya. Tapi ternyata...


TETOOOTTTT!!! 

Salah besar sodara-sodari! Tampilannya kurang lebih mirip Shibuya, tapi versi lebih sepinya. Malah mau cari makhluk-makhluk ber-kostum agak sulit. Apa belum jamnya pada keluar apa gimana? Pokoknya sih agak kecewa dikit.. soalnya gak seunik yang sering didengar dan dibayangkan (later on, we know why).


IMG_4811
Omotesando, Harajuku
IMG_4822
IMG_4823
The uber cool entrance at Tokyu Plaza, Harajuku
IMG_4826

Karena bawaannya emang gak bisa liat mol dikit, belok lah kami ke Tokyu Plaza. Rencananya sih cuci mata ekspress aja.. Asal tau lah ceritanya. Eh tapi ternyata di lantai paling atas ada Tokyu Hands. Terus kok, barang-barangnya beda sama Tokyu Hands di Shibuya. Eh terus kok ada ini.. eh terus kok ada itu.. Maka... 2 jam kemudian (WHAA?)..... sambil menenteng postcard edisi Disney 110th anniversary *lengkap* kami keluar dari Tokyu Hands. Ih Eki sih ni gara-garanyaa *bisanya nyalahin orang*



IMG_4829
Promo buat Sadako 3D. MALES AMAT!
IMG_4831

Keluar dari Tokyu Plaza, langsung belok ke arah Takeshita Dori. Walaupun emang bener, deretan toko di Takeshita street ini semarak dan berwarna-warni, tapi lolitanya manaaa???? cosplayernya manaaa?? 

Ternyata salah satu alasan kita gak bisa liat mereka adalah... Siji,  karena kita dateng kesana Jumat siang! Ngana pikir dia orang pada gak sekolah atau karajo? Loro, if you think you could easily spot them on Sunday, salah besar juga Co! (konco).. Konon cosplayer udah gak pada kongkow di Takeshita lagi.. Mereka sekarang tiap Minggu ngendonnya di Tokyo Dome.. Hoalaahhh migrasi deseeee..

Jadi tanpa gadis lolita dan cosplayer, Takeshita hanyalah sebuah jalan kecil yang kanan kirinya berisi butik-butik mini yang menjual kostum-kostum dan baju trendi anak Jepang masa kini.. Ya kalo belom pernah kesini, gakpapalah dimampirin biar tau.

Image taken from here
Image taken from here
Image taken from here
Image taken from here
IMPORTANTE!: The best new spot to see cosplayers is at Tokyo Dome City, ON A SUNDAY! Jadi jangan ngarepin bisa liat mereka berhamburan di Harajuku ya.. walaupun mungkin masih ada sih yang suka lewat di Takeshita Dori, tapi paling satu dua aja... Kurang cukup kayaknya buat memenuhi hasrat turis.

Jam 2 teng, kami mulai meninggalkan Harajuku untuk berangkat menuju Museum Ghibli. Eh diperjalanan ke stasiun, papasan sama beberapa Harajuku Girl. Iihh Girang! Tapi ternyata mereka cuma talent produksi syuting yang lagi berlangsung disana. Kentang! Cosplayer palsu dong ini ya? Tapi mayan deh daripada nihil.

IMG_4832
IMG_4834 
IMG_4840

GHIBLI MUSEUM

Perjalanan menuju Museum Ghibli sendiri lantjar jaya. Gak pake nyasar, gak pake telat. Pokoknya sakseus! 

Museum Ghibli ini letaknya di Mitaka. Kota kecil yang masih masuk ke wilayah Tokyo, tapi posisinya agak di pinggir dikit. Kayak Depok deh kurleb. Dari Harajuku ke Mitaka, waktu tempuh yang dibutuhkan hanya 21 menit. Tapi kita sengaja jalan 2 jam sebelum waktu masuk, buat jaga-jaga andaikan kurang hoki dan nyasar. Untungnya sih gak kejadian.

Terus kalo Museum Ghibli sendiri apa sih? ada apa disitu? peralatan perang kah? atau kimono-kimono kuno kah? Bukan ya.. Museum Ghibli adalah museum yang menjelaskan segalanya tentang Studio Ghibli *gak nolong*

Jadiii.. Studio Ghibli (baca: ji-bli. Or ji-bu-ri in Japanese) adalah perusahaan animasi asli Jepang. Kalo di US ada Pixar, di Jepang ada Ghibli. Dan Pixar aja mengakui lho, kalo mereka sering terinspirasi oleh Ghibli (did you notice Totoro's cameo in Toy Story 3?). Karya-karya Studio Ghibli pun dicintai banget sama orang-orang Jepang. Bahkan di Jepang, karya Ghibli lebih populer dibanding karya-karya Disney. Padahal tau sendiri kan, biasanya buat Yapones, apa yang dari Amiriki juga numero uno! 

Salah satu keunikan film animasi Ghibli adalah, keminimannya mengandalkan teknologi komputer, dan lebih mengutamakan hand drawing. Soalnya salah satu pendiri Ghibli, Hayao Miyazaki berprinsip "Why do we need computers to do what human hands can do?" :'} 

*merakit voodoo dolls sebagai pengganti aksi trolling*

Saya sendiri cukup familiar sama beberapa film Ghibli. Beberapa judul favoritku adalah: My Neighbor Totoro (ini yang paling populer juga deh kayaknya), Spirited Away, Howl's Moving Castle, Ponyo, Kiki's Delivery Service, Laputa Castle in The Sky dan Arrietty

Sebenernya ada satu film lagi yang udah lama banget pengen saya tonton tapi gak berani-berani karena ceritanya yang menyayat hati. Judulnya, Grave of the Fireflies. Dari judulnya aja udah tercium aksi pembantaian masal gak sih?

Lanjut ke cerita pengalaman museumnya ya. Sampai di stasiun Mitaka, kami keluar dan cari halte yang ada bes anter jemput tujuan Museum Ghibli. Cari besnya dijamin gampil. Tinggal cari aja, yang banyak gambar animasinya.

IMG_4841
AAAAAAAAA!!! *dorong ke UI Depok*
IMG_4846
WE'RE HEERREEE!!
IMG_4843
Begitu sampe langsung masuk antrian kloter jam 4 sore.
Karena di dalem museum dilarang foto-foto, mungkin saya coba jabarin singkat aja isi museumnya yaa (walaupun gak janji bisa singkat-singkat amat sih).

Museum Ghibli ini auranya ceria dan playful sekaliii. Interiornya penuh sama mural warna warni dan jendelanya penuh stained glass bergambar karakter Ghibli. Pokoknya every corner and every tiny things has a Ghibli character all over it. SUKAAKKK!!

Ghibli Museum, Mitaka
Pintu masuk museum
Image taken from here
Totoro stained glass
Image from here
Kiki Glass Window in the Ghibli Museum
Kiki stained glass
Taken from here
ghibli mural
Painted mural dibalik teralis jendela. GENIUS!
Image from here
Another ghibli themed stained glass
Image from here
Another genius mural
Sampe bisa ada efek sinar matahari segala lho!!
Image from here
Di pintu masuk museum, kami dikasih tiket baru. And guess what? each tickets made of an actual Ghibli film strip. AAAAAAAAAAAAAA!!! HISTERIIIIAAAAAAA!!!!!

IMG_0663
Mine's from a scene in My Neighbor Totoro. Syenaangg!!
Kalo punya Eki hilang entah kemana :'(
Setelah masuk ke dalem, mulai deh eksplor museumnya. Nah di museum Ghibli ini gak ada jalur khusus yang nentuin kita harus mulai dari mana dan berakhir di mana. Mau mulai dari luar? Mau ke atas dulu baru ke bawah? MONGGO! Lagipula kan, motto dari museum Ghibli adalah, "Let's Get Lost Together!" IHIY!

Museum ini juga sepertinya sengaja di desain supaya anak-anak tertarik buat muter kesana kemari. Contohnya, buat naik ke atas aja ada banyak pilihan. Bisa lewat tangga biasa, masuk ke lift kuno, atau naik melalui tangga melingker (yang mirip tangga jemuran). Jadi kalo diperhatiin desain museum ini agak kayak maze deh. Seru!

Inside Ghibli Museum.
Image from here
Interior of the Ghibli Museum
Itu yang sebelah kanan tangga melingker, sebelah kiri lift jadul.
Image from here
Ruangan pertama yang kami masuki adalah tempat dimana mereka nunjukin sejarah animasi dan cara membuat animasi, yang tentunya dikemas menarik ala Ghibli ya. Propnya interakif semua, mudah dipahami, dan selalu menggunakan karakter Ghibli. Salah satu prop yang paling besar dan idenya dicontek Pixar Exhibition adalah sebuah zoetrope yang isinya karakter-karakter dari film Totoro.

Totoro zoetrope
Image from here
And here's a link to see the zoetrope life in action!

Keluar dari ruangan exhibition pertama, udah deket sama waktu screening mini movie di Saturn Theater. Maka, langsung pasang aksi nyelip-nyelip di bawah ketek orang, dan stenbe depan pintu teater. Begitu pintu teater dibuka, langsung wuss! masuk ke dalem.. Tapi siakek gak dapet bangku kitorang! Akhirnya duduk di tangga deh.

Begitu duduk baru sadar... cantiknyaaaaa ini teateeerrrr!!! Tolong dong 21 tiru dikit...

Image from here
Image from here
Beruntung karena waktu kita kesana, film yang lagi diputer adalah Mei and the Kittenbus. Salah satu film pendek Ghibli yang paling populer. WE LOVED THE MOVIE A LOT!! Ceritanya tentang Mei (tokoh anak kecil dari film Totoro) yang kenalan sama baby neko bus (di film Totoro adanya neko bus versi dewasa) mereka terbang kesana kemari dan kenalan sama neko bus beraneka macam rupa. Puncak dari film ini adalah waktu tiba-tiba muncul Neko bus sepuh yang ukurannya boasaaarrr banget dan ngangkut ribuan Totoro. :O

All Mei and the Kittenbus images taken from here
Selsai nonton filmnya, kami naik ke lantai 2. Di lantai ini ada ruangan yang dibuat menyerupai ruang kerja Hayao Miyazaki dan tim nya. Dipejeng juga segala macem barang-barang yang menginspirasi Hayao Miyazaki dalam pembuatan animasi. I've noticed me and Hayao have one thing in common. We both like to collect (atau nimbun kali ya) mainan dan printilan kurang penting lainnya. Toss dulu dong Hayao!

Image from here
Ghibli Museum
Image from here
Mak ku harus liat, betapa suka ngumpulin mainan dan printilan ketil-ketil gini penting buat kami yang kerja di dunia kreatif *pembelaan*
Image from here
Image from here
Dari ruang permanent exhibition, kami melipir ke special exhibition. Dan harus kubilang, hoki kami hari itu bertubi-tubi deh. Kok bisa-bisanya selalu kedapetan hal-hal yang berbau Totoro alias film Ghibli pertamaku. Beruntung lah kita, karena special exhibition buat taun ini adalah The View from the Cat Bus. Alias bisa nyicipin duduk di cat bus sambil liat pemandangan mural (yang di gambar sama animator Studio Ghibli). 

Thanks to the special exhibition, kami bisa ngerasain duduk di neko basu!
Both cat bus images above, taken from here
Di ruang special exhibition ini, selain ada Cat Bus raksasa juga ada tempat yang didesain menyerupai scene-scene di film My Neighbor Totoro dan Spirited Away. Untuk foto-fotonya bisa diliat disini ya. 

Puas menggeliat-menggeliat di neko basu raksasa, kami naik lagi ke lantai paling atas. Di lantai ini ada... Cat Bus lagi! Lha kok banyak? Bedanya kalo cat bus yang ini sebenernya bagian dari permanent exhibition and strictly for kids only. Pffttt lucky kid!

Image from here
Image from here
Kelar kirim senyum manis tatapan sembilu ke bocah yang asik manjat-manjat cat bus sambil tertawa riang, kami melipir ke souvenir shop buat buang-buang hepeng. Di sini lumayan lama, karena bingung mau beli apa. Pengennya sih beli semua (kalo bisa dibayar pake bulu). Tapi karena masih eling, pilihan pun dikerucut menjadi 3 buah barang.

IMG_0658
Belanjaan di souvenir shop.
Mei and the Kittenbus postcard set, Boneka Oh-Totoro, Boneka Chibi-Totoro (tak tampak difoto karena udah dilangin kamila T_T)
Tuntas menjelajahi area indoor, sekarang saatnya mejelajahi outdoor area (katanya singkat tapi kok gak kelar-kelar).

IMG_4847
IMG_4848
Hayao Miyazaki kayaknya demen bener sama konsep tangga jemuran
IMG_4875
Small pathway tooooo....
IMG_4862
Laputa's Cube!!
IMG_4866

Di atas sini, ada spot yang wajib disinggahi...... 

IMG_4877
ROBOT RAKSASA dari film Laputa Castle in the Sky!
Dari outdoor bagian atas, kami turun lagi ke bawah, belok kanan, belok kiri, naek, turun.. Pokoknya menyisir halaman museum sampe ke pojok-pojok deh!

IMG_4883
IMG_4887
IMG_4885
IMG_4898
IMG_4889
IMG_4925
IMG_4920

Sebagai penutup kunjungan kami di museum Ghibli, mam dulu dong ya di Straw Hat Cafenya. Dan untung kita masuk ke Ghiblinya di kloter sore, jadi straw hat cafenya udah gak rame-rame amat. Kalo makan disini siang-siang konon ngantrinya kayak setan. 2 jam sendiri masbro!

IMGP1867
IMG_4901
IMGP1843
Menu pertama: SOP!
Rasa: ENYAAKKKK!!
IMGP1846
Menu kedua: Pecan Muffin (kalo gak salah)
Rasa: Sebenernya enak, tapi agak hambar karena kurang manis.
IMGP1848
Tapi dimaafkan karena piringnya berdetail gambar Totorooo! *masupin tas*
IMGP1853
Di tissuenya juga ada gambar straw hat-nya Mei.
Dan kalo yang ini beneran akiks bawa pulang buat kenang-kenangan *sambil ditatap iba misua*
IMGP1858
Menu Ketiga: Sweet Potato Pudding
Rasa: ENAK BANGEEETTTT!!!!
Kalo disitu gak ada orang lain mungkin gelas akan kujilat sampai bersih. *elekhaann*
IMGP1859
The Cat from Kiki's Delivery Service on the plate
Penampakan interior si Sraw Hat Cafe
Image from here
Image from here
Sebenernya di dalem cafe ini ternyata dilarang foto-foto KECUALI foto makanannya! Lah awak kan gak tau yaa.. Jadi begitu duduk, selsai pesen, saya rekam embiens cafe pake DSLR. Dan emang karena pada dasarnya orang-orang Jepang itu sopan-sopan banget ya, selsai saya ngerekam dan taro kamera di meja, barulah si pelayan nyamperin saya dan bilang dengan sangat ramah kalo kita gak boleh foto cafenya, FOOD ONLY YA MBA! Hoooooaalaaahhh.. mu'uph mba nyaaa.. aku gak tau! Langsung lah saya gak enak hati sambil ngucap gomene berkali-kali dengan senyum manis. *tapi sambil upload video-nya ke yutup*

Selsai menyantap semua makanan, kami pun angkat pantat, bayar di kasir, dan siap-siap balik ke stesyen lagi. Buat 3 snek, dan 2 minuman yang kami pesan, total yang harus dibayar adalah sekitar IDR.400K.............................................................................................................................

AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! *tawa miris sambil liat dompet*

Hihi gakpapa deh mengkismin dikit, the museum experience it self worth every penny kok. Mudah-mudahan nanti ada rejeki lagi buat balik kesana ya.. Sambil gandeng bocah di tangan kanan dan kiri mungkin? Amiiiinnn!!

IMG_4933
Semoga kita berjodoh lagi ya Museo d'Arte Ghibli :D
Berhubung keluar dari Ghibli udah jam 6 sore, kami memutuskan untuk lanjut dengan aksi window shopping aja deh di Harajuku. Hla, balik lagi ke Harajuku? Eeehh tapi kali ini mau ke cat streetnya kok. Sowan ke  Kiddy Land.

IMG_4943
Welcome to Tokyo's Rush Hour!
IMG_4945
Rapet kayak cendol...
IMG_4936
Kalo udah ketemu yang begini, baunya Harajuku udah kecium nih..
IMG_4948
The uber cute Harajuku Station..
IMG_4957
Harajuku at night...
IMG_4966

Ternyata kita sampe di Harajuku udah kemaleman... Jadi banyak toko-toko yang udah tutup, termasuk si Kiddy Land :(. Dan memang di Jepang ini toko gak buka sampe malem-malem buta kayak di Jakarta sih.. rata-rata jam setengah 8 - jam 8 udah pada tutup. Jadi kalo malem-malem, hiburannya ya paling duduk-duduk aja di cafe atau resto.

Karena bingung di Harajuku mau ngapain lagi, akhirnya pindahlah kami ke Shibuya...

IMG_4973
IMG_4978
Ramenyaaaa... kayak tawaf di Ka'bah kalo musim haji yaa..
Ternyata sampe Shibuya bingung juga mau ngapain dan kemana. Puter-puter... puter-puter... Eh terus kok capek ya.. kok betis cekat cekot yaa.. Muleh aja deh yuk ke Hotel, reba'an! Ahahahahahaha *traveler gagal*

But today was fun, and i bet tomorrow will be even better! Karena besok waktunya kee.... PUROLAND!! *kompres mata pake timun bentuk pita*

Expenses 
Transportation: ¥ 1030/person
Ghibli Museum Admission: ¥ 1000/person
Meals: around ¥ 6000

16 comments :

  1. Mojroooooot, tuhaaan, bawa aku kembali ke Tokiyoooo! *manggil awan son go kong* Btw, lo merasa lost in translation nggak sih di Jiburi? Waktu gue kesana dulu, lagi ada special exhibition the making of Ponyo, yang mana kece banget, tapi penuh tulisan Jepang. Mana waktu itu gue belum nonton Ponyo, jadi hanya bisa termangu....

    Oya, info bagi yang mau nyontek itin ini tapi gengsi ngaku: gue denger katanya cosplayer juga hobi nongkrong di Akihabara. Bener nggak sih sis Fry? Yang pasti stok cosplayer di Harajuku sih emang menipis ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahaha untungnya waktu gue ya itu, special exhibitionnya si cat bus.. jadi udah pasti mudah dipahami yaa.. wong tinggal duduk. Pas film pendek juga gue lupa deh ada subtitle enggrisnya apa enggak ya.. Tapi mungkin karena visualnya udah jelas banget, jadi paham-paham aja sih.

      Nah iyaaa.. waktu ke Akihabara juga gue sempet ketemu cosplayer tuh.. tapi gak yang merimpah ruah ada dimana-mana juga sih.. Perlu dicari tau deh itu mereka jadwal keluarnya hari apa jam brapa..

      Delete
  2. Kalo seumur idup belom pernah ke Jepang, kayaknya belom bisa dibilang idup ya Kak Dayasmin..

    Salam kenal, Kak. I enjoy your blog dari cerita paling pertama hihihi :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bangeettt!!! Harus deh kayaknya walopun cuma sekali seumur hidup nginjek Jepang.
      Akiks aja mulai kepikirin pengen jadi TKW aja apa disana..
      Salam kenal juga yaa.. aaww makasih lho udah mampir-mampir sini :D

      Delete
  3. Ehhhh.... BAGUS BANGET GHIBLI MUSEUMMMM!! Mau mau mau mau mau mau mau... Kenapa sih semua di Jepang itu kalo udah ada kata museum, most of the time keren banget?? Bukan cuma museum rasanya, tapi lebih kayak entertainment complex. Bukan cuma sejarah, tapi juga knowledge yg lainnya. AKU MAU!

    ReplyDelete
    Replies
    1. BAGUUUSSSSSS... Worth to visit deh pokoknyaaaa.. Iya mereka tuh kalo bikin Museum dipikirin banget deh kayaknya.. Dari mulai item-item yang dipejeng, embiens, semua mendukung! Demen ya liatnya?

      Delete
  4. Salam kenal (biasanya cuma ngintip2, baru kali ini komen). Photo2nya bagus!!
    Grave of the Fireflies, bagus kok, emang sedih sih wong latar belakangnya perang, tapi gak sampai ada adegan pembantaian massal kok. Satu lagi, lihat film ini bisa lebih membuka cakrawala kita, bahwa perang itu sesuatu yang sia sia, baik yg dijajah maupun penjajah, lebih dari cukup penderitaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenaalll *salaman*
      Puji-pujian terhadap foto, nanti akan kusampaikan kepada mas suami.. pasti dia bangga!
      Ahahahaha iya sih emang bukan tentang pembantaian massal yaa.. tapi tetep deh, cerita adek kakak di medan perang, kalo sampe di film salah satu ada yang mokat, batinku gak bakal tahaannn *cemen*

      Delete
  5. Eh, iya loh grave of fireflies, sedih luar biasa.
    Sukses nangis sesegukan sepanjang pelem T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iiihhh tu kaaannn...
      Apalagi eke yang nonton, berhubung cengeng berat yaaaa.. bisa-bisa nangis pake meraung-raung ditutup bantal deh.. Entar-entaran aja aahh nontonnya!

      Delete
  6. moshi-moshi..
    aaaaa....... keren banget foto-fotonya..
    ini cerita jepun nya smp part berapa ya..?? seruuuuu buangeeetz bikin mupeng ke jepun..
    salam kenal say.. ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mosh mooossshhhhh!!!

      Ini ceritanya sampe part 238 (eneg, eneg deh yaaa)
      Ahahahaha gak deh, kurang lebih 5 postingan lagi rampung kok *masih banyak ternyata T_T*
      Salam kenal juga yaaa... makasih lho udah mampir-mampir :D

      Delete
  7. halo Fry, cerita tentang Jepang-nya kereen. Seneng banget bacanya. Aku sebenernya udah pernah beberapa kali ke Jepang dan pernah setahun tinggal di Tokyo, tapi nggak pernah melihat Jepang demikian menariknya kayak dilihat dari mata kamu...
    Aaah....jadi kangen banget sama Jepang. Btw, hotaru no haka alias grave of fireflies itu ceritanya emang luar biasa, duluu aku belajar bahasa Jepang dengan pake buku itu sebagai materinya. Sediiih....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaaii.. ih asik banget sih pernah tinggal di Tokyo. Iri deh!
      Mungkin karena aku udah ngebet pengen liat Jepang dari jaman piyik kali yaa, jadi apapun yang ada di sana kayaknya laksana surga deh buatku :D
      Iyaya emang Grave of the Fireflies katanya bagus banget sih.. masih harus menguatkan hati buat berani nonton nih.

      Delete